Terimalah Kepahitan dalam Hidup yang Dijalani

Terimalah Kepahitan dalam Hidup yang Dijalani – Seperti yang kita ketahui bahwa menjalani sebuah kehidupan bukanlah hal yang mudah untuk di lakukan. Ditambah lagi, ketika persepsimu tentang hidup ada yang keliru. Makin ruwet jadinya. Maka dari itu, yuk, dari sekarang kenali berbagai fakta pahit dalam hidup yang mau tak mau mesti kamu terima. Bukan apa-apa, ini demi kebahagiaanmu juga!

Terimalah Kepahitan dalam Hidup yang Dijalani

1. Ketika kamu baik pada seseorang, tak ada jaminan dia akan berlaku sama

Ada hikmahnya kenapa amal baik itu cuma Tuhan saja yang punya hak prerogatif untuk menilai. Karena kalau life diserahkan pada manusia, hasilnya bisa beda-beda, karena cara menilainya sangat subjektif.

Saat kamu berbuat baik pada seseorang, belum tentu dia pun akan mengganjarmu dengan hal yang baik pula. Ada yang malah menikam dari belakang dan kamu pun jadi dimanfaatkan.

Supaya kamu tak terus-menerus kecewa, mulailah terima kenyataan, bahwa perangai manusia memang beda-beda. Dan tugasmu hanyalah berbuat baik, biar Tuhan saja yang catat. Persoalan bagaimana nanti respons dari orang yang kamu sudah perlakukan dengan baik, itu bukan urusanmu. Kalau cara pandangmu sudah seperti itu, niscaya hidup jadi lebih ringan dijalani.

2. Sebaik apa pun kamu, akan selalu ada pihak-pihak yang tidak senang

Mirip dengan poin pertama, tugasmu hanyalah bersikap baik pada orang lain. Kalau ternyata dia tetap judes atau menunjukkan sikap bermusuhan, maka yang bermasalah bukan kamu, melainkan dirinya.

Bisa jadi, ada rasa iri yang dipendam dalam hati, atau hidupnya tak bahagia. Sehingga ketika melihat kehidupanmu yang tampak ‘sempurna’ di matanya, dia sulit untuk menyambut baik sikapmu.

3. Kamu tak bisa memaksa orang lain untuk berubah

Berusaha agar kerabatmu dapat berubah jadi orang lebih baik, itu perlu. Namun, kamu cuma bisa usaha, tapi hasilnya tergantung dari orang itu sendiri, mau atau tidak untuk berubah. Usahamu yang mati-matian tetap saja akan mentok, kalau dalam dirinya gak ada niat untuk mengambil jalan yang berbeda. Maka, dia pun akan terus tersungkur dalam jurang yang sama.

Kalau sudah begitu, mungkin sudah saatnya kamu mundur, dan biarkan dia menemukan jalannya sendiri. Setidaknya kamu sudah berusaha untuk mengajaknya jadi orang baik. Karena kalau kamu terus berharap, kamunya yang bakal tersakiti berkali-kali.

4. Kamu bisa salah

Fakta pahit lain yang mesti kamu telan, bahwa kamu hanyalah manusia biasa yang tak bisa luput dari khilaf. Maka dari itu, jangan merasa jemawa, bahwa pendapatmu itu selalu benar. Sikap seperti itu, bisa mendorongmu jadi manusia yang arogan.

Dengan menerima, bahwa kamu pasti bisa salah, kamu jadi lebih rendah hati ketika menerima masukan orang lain. Dan berbesar hati untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf ketika telah berbuat kekeliruan.

5. Akan selalu ada orang yang ‘lebih’

Inilah alasan kenapa kamu tak seharusnya membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain. Karena sekalipun kamu pintar, bertalenta, good looking, dan berbagai kualitas lain sudah dipunya, sayangnya akan selalu ada orang lain yang ‘lebih’ dari itu.

Hidupmu akan sulit bahagia, bila selalu berusaha mengejar jadi yang terbaik. Cukup fokus saja pada dirimu sendiri dan kalau mau membandingkan, pikirkan saja bagaimana caranya agar dirimu hari ini lebih baik dari versimu kemarin.